Posts Tagged ‘Lighttpd’

Optimizing Web Server (Lighttpd)

November 19th, 2011

TuningBerawal dari rasa penasaran kok situs penyedia film 300mbunited.com cepet banget loading tiap page-nya, saya pun akhirnya.. jadi iri hehe.

Saya lihat di source page ternyata situs itu berbasiskan WordPress dan menggunakan plugin W3 Total Cache. Pengalaman saya menggunakan plugin itu sih justru bikin blog saya makin lambat kurang lebih 1-3 detik.

Lalu saya mencari cara lain kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk mempercepat loading page, dan ini dia yang saya lakukan;

  1. HTTP Keep-Alive
    Dengan mengaktifkan keep-alive akan membuat web server terasa lebih responsif dan menurunkan beban CPU, karena client dan server tidak perlu terus-terusan melakukan SYN / ACK dan menunggu respon. Tapi sebaiknya gunakan nilai time out / idle yang rendah agar tidak menghabiskan resource memory. Pada Lighttpd (/etc/lighttpd/lighttpd.conf) konfigurasinya seperti ini;

    server.max-keep-alive-requests = 16
    server.max-keep-alive-idle = 30
    server.max-read-idle = 60
    server.max-write-idle = 360
  2. Install eAccelerator
    eAccelerator adalah PHP accelerator – optimizer opensource dan gratis. Dengan menggunakan eAccelerator maka PHP scripts akan di-cache dalam keadaan sudah terkompilasi (HTML), sehingga proses kompilasi script PHP yang memakan waktu tidak perlu lagi dialami oleh client (browser). eAccelerator juga mengoptimasi scripts untuk mempercepat proses eksekusinya. Pada umumnya dengan menggunakan metode ini server load akan berkurang dan mempercepat PHP scripts 1 sampai 10 kali lipat. Release terakhir adalah versi 0.9.6.1 yang mendukung PHP 5.3, 5.2, dan 5.1. Cara instalasinya sebagai berikut; » Read more: Optimizing Web Server (Lighttpd)

Popular search terms:

pengertian lighttpd, aktifkan keep-alive, cara menggunakan bit web server

Virtual Host Pada LIGHTTPD

October 28th, 2011

LIGHTTPD LogoSeperti yang sudah saya jelaskan di post sebelumnya, salah satu alasan saya menyenangi Lighttpd (dibaca “Lighty”) web server adalah kemudahannya dalam mengkonfigurasi virtual host. Secara garis besar, kita hanya perlu melakukan satu kali konfigurasi pada sebuah file dan selanjutnya untuk menambah virtual host cukup membuat direktori yang nantinya akan digunakan sebagai document-root virtual host tersebut. Langkah detailnya akan saya jelaskan di bawah ;)

Pertama, edit file lighttpd.conf dan pastikan “mod_simple_vhost” telah di-uncomment dalam variabel server.modules:

server.modules = (
"mod_simple_vhost",
"mod_access",
"mod_accesslog"
)

Berikutnya buka file “/etc/lighttpd/conf-enabled/10-simple-vhost.conf” dan edit sesuai kebutuhan, contoh:

simple-vhost.server-root   = "/var/www/vhosts/"
simple-vhost.default-host  = "default.vhost.com"
simple-vhost.document-root = "/"

Ketika Lighttpd menerima request untuk suatu website / virtual host (misal koole.com), maka Lighty akan mengecek apakah direktori¬†simple-vhost.server-root + ‘koole.com’ + simple-vhost.document-root ada atau tidak. Jika ada (yaitu misal “/var/www/vhosts/koole.com/“) maka halaman web dalam direktori tersebut akan ditampilkan.

Direktif “simple-vhost.default-host” adalah untuk mendefinisikan virtual host / folder apa yang akan ditampilkan jika virtual host yang diminta tidak ada. Semisal jika ada request domain andi.com dan ternyata domain tersebut tidak terdaftar pada server, maka isi dari direktori /var/www/vhosts/default.vhost.com yang akan ditampilkan.

Untuk menambahkan situs / virtual host baru, kita cukup membuat direktori di bawah simple-vhost.server-root (misal /var/www/vhost):

/var/www/vhosts/jaka.com/
/var/www/vhosts/budi.com/
/var/www/vhosts/danang.com/

dan seterusnya..

Gimana, sudah mengerti belum? Awalnya saya juga sempat bingung dengan konsepnya, tapi setelah dipraktekkan ternyata simpel sekali ;)

Install Lighttpd Dengan PHP5 Dan MySQL Pada Debian 6 (Squeeze)

August 11th, 2011

Merasa bosan dengan Apache, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Lighttpd sebagai web server di blog ini. Yep, sekarang saya udah ngga menggunakan shared hosting lagi, tapi Virtual Private Server (VPS) yang menggunakan Debian sebagai sistem operasinya.

Lighttpd saya rasakan memang lebih ringan, ngga menghabiskan banyak memory seperti Apache. Dan satu fitur yang paling saya sukai adalah mod-simple-vhost yang memudahkan kita untuk menambah virtual host atau domain. Tapi itu nanti aja akan saya bahas di posting berikutnya ;)

1. Install MySQL 5
Pertama kita menginstall MySQL 5 dengan cara seperti ini;

apt-get install mysql-server

Kita akan diminta memasukkan password root MySQL – password yang digunakan untuk user root@localhost.

2. Install Lighttpd
Karena Lighttpd udah tersedia di repo Debian, jadi kita bisa install dengan apt-get;

apt-get install lighttpd

Sekarang coba gunakan browser untuk mengakses server, misal dengan alamat http://192.168.0.100 dan harusnya akan tampil halaman placeholder seperti ini;

Default document root Lighttpd untuk Debian adalah /var/www, dan file konfigurasinya ada di /etc/lighttpd/lighttpd.conf. File konfigurasi tambahan ada di direktori /et/lighttpd/conf-available. File konfigurasi tersebut dapat diaktifkan dengan menggunakan perintah lighttpd-enable-mod, yang akan membuat smbolic link dari /etc/lighttpd/conf-available ke /etc/lighttpd/conf-enabled.

» Read more: Install Lighttpd Dengan PHP5 Dan MySQL Pada Debian 6 (Squeeze)

Popular search terms:

cara install lighttpd, letak mysql di debian, letak folder mysql pada debian, konfigurasi mysql server di debian 6, Konfigurasi mysql debian 6, konfigurasi lighttpd di debian 5, cara menginstal lighttpd, cara konfigurasi mysql server di debian, Cara konfigurasi mysql di debian 5, cara install lighttpd pada debian, mengaktifkan perintah curl di debian 6